Selasa, 29 September 2009

GENERASI EMAS

IMAM MALIK

Zaman emas telah melahirkan generasi emas..........
Imam Malik adalah ahli hadits yang besar, yang mewariskan jejak yang tidak terhapus dari khasanah pengetahuan Arab. Karyanya yang gemilang adalah Muwatta yang mendapat tempat yang terhormat di antara himpunan hadits yang langka. Sebagai guru yang dinilai luar biasa, dan pendiri Madzhab fiqh Maliki, ia menempati kedudukan yang khas dalam sejarah Islam, dan mempengaruhi generasi Islam waktu itu, sampai kepada generasi-generasi berikutnya terutama di Afrika dan Spanyol. Dengan kemauannya yang keras, berjiwa gagah berani, pantang mundur, dan tidak mengenal takut walaupun terhadap penguasa tertinggi, Imam Malik termasuk kelompok Islam awal yang hidupnya selalu laksana mercusuar bagi mereka yang berjuang mewujudkan kebajikan yang lebih mulia dan lebih tinggi di dunia.

Malik ibn Anas datang dari keluarga Arab yang terhormat, bersetatus sosial tinggi, baik sebelum maupun sesudah kedatangan Islam. Tanah asal leluhurnya adalah Yaman, tetapi setelah nenek moyangnya menganut agama Islam, mereka pindah ke Madinah. Kakeknya, Abu Amir adalah anggota keluarg pertama mereka yang memeluk agama Islam pada tahun 2 H. para ahli tarikh berbeda pendapat mengenai kelahiran Imam tersebut. Ibn khalikan menyebut 95 H, tetapi yang umum diterima adalah 93 H, dan 13 tahun lebih muda dari rekannya yang termasyhur, Imam Abu Hanifah. Imam Malik berguru di Madinah, pusat pendidikan kerajaan Islam, dan tempat bermukim sebagian besar sahabat Nabi. Karena itu ia tidak perlu meninggalkan Madinah untuk menimba ilmu. Kakeknya, serta ayah dan pamannya semua ahli hadits, dan mereka melatih imam muda itu dalam ilmu hadits dan cabang ilmu lainnya. Cendekiawan ternama dan termasyhur lain yang mendidik dia adalah Imam Ja'far Sadiq, Muhammad bin Syahab az-Zahri, Yahya bin Saeb, dan Rabi Rayi.

Tanpa putus-putusnya Imam Malik mengabdi di bidang pendidikan selama 62 tahun. Ia wafat 11 Rabiulawal 179 H pada usia 86. Mengajar, tigas-tugas yang mulia itu, ditekuni oleh beberapa cendekiawan agung dunia termasuk Plato, Ghazali, Ibn Khaldun, Imam Abu Hanifah, dan Imam Malik. Reputasi tinggi Imam Malik sebagai ilmuwan dan guru menarik rakyat dari keempat penjuru kerajaan Islam yang luas itu. Agaknya, tidak ada guru lain yang pernah menghasilkan ilmuwan berbakat yang sampai ke puncak sukses berbagai bidang tugas. Mereka yang beruntung pernah mendapatkan pelajaran dari dia, antara lain ialah para khalifah seperti Mansur, Imam Syafi', Sufyan Suri, dan Qadi Muhammad Yusuf; ilmuwan seperti Ibn Syahab Zahri dan Yahya bin Saed Ansari; serta sufi seperti Ibrahim bin Adham, Dhun-Nun, dan Muhammad bin Fazil bin Abbas. Menurut sumber tarikh yang dapat dipercaya, jumlah muridnya yang ternama berjumlah lebih dari 1.300 orang. Ciri ajarannya adalah ketenteraman, disiplin, dan rasa hormat yang tinggi dari murid terhadap guru. Tidak pernah disiplin mengendur bila ia sedang memberi kuliah hadits. Pernah Khalifah Abbasiah Mansur membahas hadits Nabi dengan nada agak keras. Sang Imam marah: "Jangan melengking bila sedang membahas hadits Nabi," katanya. Ia juga menolak mengajar hadits di kediaman khalifah.

Imam itu mewarisi lebih dari selusin karya tulis, termasuk Muwatta yang termasyhur itu, kitab yang dianggab terpenting setelah Al-Qur'an. Risalahnya menelaah bidang agama, etika, dan Fiqh Islam. Dunia mengakui Muwatta sebagai kitab penting perpustakaan Islam setelah Al-Qur'an. Menurut Syah Waliyullah, kitab imam itu merupakan himpunan hadits Nabi yang paling sahih, dipilih dengan penelitian sumber yang amat cermat. Ia menyusun kitab itu setelah mengadakan pembuktian kebenaran dan penyaringan yang saksama. Perhatian utamanya ialah rawi dan perawi yang tahan uji, dan ia sungguh-sungguh berusha memastikan tidk memuat rawi palsu. Semula Muwatta memuat 10.000 hadits, tetapi dalam edisi pembetulannya Imam Malik mengurangi jumlah itu sampai hanya 1.720. Kitab itu telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa dengan 16 edisi yang berlainan.

Sebagai ulama hadits, ia menempati kedudukan yang khas di antara bintang-bintang ilmuwan berbakat seperti penghimpun hadits terkenal Imam Bukhari dan Muslim. Diriwayatkan bahwa ia selalu menjauhi pergaulan dengan bukan cendekiawan. Menurut Imam Hanbal, dialah penghimpun satu-satunya yang mendapat gelar kehormatan tidak pernah menyiarkan hadits sebelum ia sendiri yakin dan puas. Ia begitu dihargai oleh para ilmuwan lainnya, sehingga ketika pada suatu kali orang bertanya pada Imam Hanbal mengenai seorang perawi, Imam Hanbal menjawab, perawi itu pastilah dapat dipercaya, karena Imam Malik telah menyiarkan rawinya.

Imam Malik amat menderita ketika menuntut ilmu. Seperti Imam Bukhari, yang pernag harus hidup selama tiga hari dari daun-daunan dan akar, ia pun terpaksa menjual tiang rumahnya untuk melunasi ongkos pendidikan. Ia sering mengatakan, seseorang tidak akan mencapai puncak kemenangan intelektual kecuali sesudah menghadapi kemiskinan. Kemiskinan ialah ujian hakiki manusia. Ia membaktikan kekuatan tersembunyi dalam dirinya, kekuatan yang dapat mengatasi semua kesulitan.

Para ahli hadits, ilmuwan sezaman dan sesudahnya amat memuji hasil intelektual yang dicapainya. Abdur Rahman ibn Mahdi, umpamanya, mengatakan tak ada ahli hadits yang lebih besar dari pada Imam Malik di dunia ini. Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Syafi'i menyanjungnya sebagai ahli hadits. Ia juga seorang ahli hukum. Lebih dari 60 tahun ia memberi fatwa di Madinah.

Imam Malik masyhur oleh ketulusan dan kesalehannya. Ia selalu bertindak sesuai dengan keyakinannya. Ancaman atau kemurahan hati tidak akan dapat membelokkan dia dari jalan yang lurus. Sebagai anggota kelompok yang gemilang pada awal masa Islam, ia tidak dapat dibeli, dan dengan semangat keberaniannya selalu membuktikan bahwa ia adalah bintang pembimbing bagi para pejuang kemerdekaan.

Ketika ia berumur 25 tahun, kekhalifahan berada di tangan khalifah Abasiyah, Mansur, seorang teman yang memandang tinggi kecendekiawannya. Tetapi, Imam Malik sendiri lebih senang bila Fatimiyyin Nafs Zakiya yang menjadi khalifah. Sumpah setia rakyat kepada Mansur dinyatakannya tidak mengikat, karena dilakukan dengan paksaan. Ia mengutip hadits Nabi yang menyatakan ketidakabsahan perceraian paksa. Ketika Jafar, kemenakan Mansur, diangkat menjadi gubernur baru Madinah, ia membujuk penduduk kota suci itu mengulang sumpah setia mereka kepada Mansur. Ia melarang Imam Malik menyiarkan fatwanya tentang ketidakabsahan perceraian paksa. Sebagai seorang pemegang prinsip yang teguh, dan pemberani, ia tidak mengacuhkan larangan itu. Akibatnya ia dijatuhi hukuman 70 dera yang dilibaskan ke punggungnya yang telanjang. Dengan baju berlumuran darah ia diarak di atas unta di sepanjang jalan Madinah. Namun, kebuasan gubernur itu tetap gagal menggetarkan atau melemahkan hati imam muda itu. Mendengar kejadian ini, khalifah Mansur segera menghukum gubernur Madinah itu, dan menyuruh ia memint maaf kepada Imam Malik.

Khalifah Mansur pernah mengirim uang tiga ribu dinar untuk biaya perjalanan Imam Malik ke Baghdad, tetapi ia mengembalikan uang itu dan menolak untuk meninggalkan Madinah, kota makam Nabi.

Pada 174 H, Khalifah Harun ar-Rasyid tiba di Madinah dengan kedua putranya, Amin dan Ma'mun. Ia memanggil Imam menghadap ke baliurang untuk menceramahkan Muwatta. Imam datang di baliurang, tetapi menolak memberikan ceramah. Ia berkata: "Rasyid, hadits ialah pelajaran yang dihormati dan dijunjung tinggi leluhur Anda. Bila Anda tidak menghormatinya, orang lain pun demikian juga." Alasan penolakan itu diterima khalifah, dan baginda bersama kedua putranya bersedia datang ke tempat Imam Malik untuk mengikuti kuliah Imam tersebut.

Pengendalian diri dan kesabaran Imam Malik membuat ia ternama di seantero dunia Islam. Pernah semua orang panik lari ketika segerombolan Kharijis bersenjatakan pedang memasuki Masjid Kufa. Tetpi, Imam Malik yang sedang shalat tanpa cemas tidak beranjak dari tmpatnya. Mencium tangan khalifah apabila menghadap di baliurang sudah menjadi adat kebiasaan, namun Imam Malik tidak pernah tunduk pada penghinaan seperti itu. Sebaliknya, ia sangat hormat pada para cendekiawan, sehingga pernah ia menawarkan tempat duduknya sendiri kepad Imam Abu Hanifah yang mengunjunginya. Kaum Muslimin di Arab barat hanya menganut Madzhab Maliki.

Sumber: SERATUS MUSLIM TERKEMUKA, Jamil Ahmad

Kamis, 28 Mei 2009

KAMI TERPERANJAT...........

KAMI HANJAT TERPERANJAT, KAGET, BINGUNG dan sedikit syok…. Badan gemetar dan butuh waktu sebentar untuk menyusun tenaga kembali..


Cerita itu terbongkar di depan penyidik disalah satu polsek di Btl, betapa tidak terperanjat kami ketika kami harus melaporkan saudara kami yang telah mendusta pondok kami atas nama ayahanda tercinta.


Pangkal cerita adalah sebuah rekondisi pasca gempa Yogyal dimana disetiap pondok mendapat dana rekontruksi yang rata-rata 5-15 jt, tapi pondok kami mendapatkan dana yang cukup besar untuk sebuah pondok yang luasnya ± 150m2 beberapa hari setelah gempa 3 hari ada informasi yang mengatakan ada bantuan 25 jtan, kurang jelas datangnya tetapi ada beberapa pertanyaan yang datang dari orang lain kepada ayahanda… beliau bingung karena tidak merasa…. Beliaupun crosscek dan …..ada yang lebih membutuhkannya…..ssst.

Pada tahap selanjutnya, dikarenakan putra-putra beliau sibuk dengan keluarganya masing-masing, akhirnya rumah ayahanda sempat kosong dari putra-putranya untuk mengurus keperluan rumahnya.

Dan setelah 8 bulan selanjutnya kami dapat berita bahwa pondok ayahanda tercinta telah dibangun dan kini kekurangan dana. Kami tahu karena kami dimintai tambahan dana dari salah satu saudara kami sebut saja WST (tersangka utama) untuk melanjutkan. WST adalah saudara kami yang kebetulan berbisnis batu-bata, nah tatkala pondok kami tahu mau membangun dia langsung menyerobot…saya saja yang mengurusi…. Kami pun sempat mengeluarkan sedikit dana untuk keperluan tersebut.

Saat itu hati kami terseret kembali ke pondok kami melihat keadaan yang terjadi.

Sampai disana betapa kagetnya kami mendengarkan langsung cerita Ayahanda : “Pondok ini telah mendapat bantuan, saya disuruh mengesahkan, tapi tidak tahu besarnya…tahu-tahu Gus dibelikan motor oleh seseorang dan saya diserahi dana sekitar 30 jt dengan skema bangunan yang harus diwujudkan”. Dana yang telah diserahkan ayahanda kepada WST sekitar 70 Jt dengan harus mengorbankan beberapa kepentingan lain termasuk barang-barang di pondok. Bahkan salah satu putra ayahanda tidak jadi bersekolah untuk melanjutkan pembangunan, herannnya kami-- bangunan yang jadi baru 20% dengan dana sebesar itu, bahkan sampai saat ini ada beberapa pekerja yang selama 3 bulan sebanyak 10 orang belum digaji, beberapa kayu belum dibayar oleh WST yang notabene telah diserahin tanggungjawab serta pengelolaannya.

Beberapa waktu berlalu…ayahanda dan kami mencoba menanyakan tetapi WST selalu berbelit-belit dan selalu menghindar bahkan tatkala berpapasan dengan kami dijalan dia membuang muka….duh saudaraku….

Kami pun mencoba bangkit kembali dan berusaha menutup dalam luka tersebut. Ada binar-binar kecil tatkala Ayahanda menyerahkan kelanjutan pembangunan kepada kami tidak l;agi ke WST.

Kami susun rencana awal dengan tetes demi tetes keringat, dari trust masyarakat kepada kami yang sudah hilang dari blacklise yang dibuat saudara kami….kami terjepit dalam dunia yang luas….. Dalam genderang tersebut Allah memberikan cahaya-Nya, tatkala kami merantau ke Jkt ada investasi besar yang diamanahkan untuk dikembangkan dalam rangka kelanjutan pembangunan pondok.

Alhamdullilah target pertama kami membangun sarana MCK terpenuhi walaupun masih sedherhana dan menyisakan beberapa nota blm lunas, beberapa usaha kemandirian kami buat….. luar biasa hasilnya…SEMUA MATA MENATAP DARI RT-LURAH DAN CAMAT, PONDOK INI MASIH EXIST…,Seakan serangan Umum 1Maret yang siap membuktikan keberadaan kami, dari keterpurukan blacklise yang dibuat saudara kami.

Munculah ide baru untuk membuka wacana baru mengumpulkan saudara dalam wacana mujahadah….dan tidak omomg kosong, seluruh dukungan muncul dari berbagai elemen dan jadilah jemaat mujahadah semalam senin paing dan sabtu pon, great step!

Saat semangat terlahir kembali muncul….ada berita hebat pula… ada bantuan dana untuk melanjutkan pembangunan kembali dari orang berinisial HAR dan WLY (tokoh yang termasuk termakan tipu daya)… dan tatkala itu dengan penuh muka taubat WST maju, biarkan saya memperbaiki kesalahan saya yang dulu karena HAR merupakan teman baik saya katanya……, anehnya ..kamipun menerima.

Nah, pada episode inilah yang mendasari kami harus ke penyidik : HAR dan WST minta kepada kami untuk menyiapkan 20 jt sebagai perangsang untuk datangnya bantuan 200jt, dia buktikan dengan membawa cek sebesar 150 jt. Atas persetujuan Lurah pondok kamipun mencari dana (pinjam salah satu Yayasan) untuk pancingan dan diserahkan kepada WST dan HAR dengan perjanjian bahwa dalam waktu 2 hari dana tersebut akan kembali…..

2 Minggu sudah kami menanti dan dalam 2 minggu itu pula kami selalu menanyakan dan hasilnya nol, WST berkelit lagi dia berdalih bahwa dana telah diserahkan semua kepada HAR yang katanya adalah seorang kontraktor besar di kota Btl.

Waktu demi waktu berlalu, dana Yayasan harus dikembalikan----tak pelak lagi dana pribadi saudara-saudara kami kumpulkan tiap bulan untuk mencicil pengembalian dana Yayasan----.sabar-sabar…….

Dalam penantian tersebut, beberapa kali HAR dan WST datang ke rumah Lurah pondok kami untuk meyakinkan bahwa dana sebentar lagi akan turun. Berulang-ulang mereka mengatakan hal tersebut tapi tak pernah mereka buktikan. Yang sangat kami sayangkan merekan menggunakan pengaruh jahat (guna-guna) kepada kami agar kami diharapkan diam tak melapor kemana-mana. Bahkan pernah suatu ketika ada gumpalan bola api besar menimpa rumah kami suaranya menggelegar anehya hanya seisi rumah yang mendengar. Ya kurang pinternya mereka….tahu jelas jika ayahanda kami seorang yang rajin beribadah masih aja berbuat seperti itu.

Setelah 1 bulan menunggu, salah satu saudara kami tak tahan kamipun mengajukan ke penyidik permasalahan tersebut, jam 12 malam kami melaporkan peristiwa tersebut dan saat itu pula WST dan HAR dipanggil untuk memberi keterangan. Dikantor penyidik HAR yang mengaku dekat dengan pejabat di kota Btl menantang kami “ mau berurusan dengan saya dah berani apa’’’’aparat mana yang mau menyidik saya”.

Sontak kamipun naik pitam, saat itu pula kami berniat berbuat anarkis----menjajal kedigdayaannya, kami susun kekuatan bahkan kami sudah meminta bantuan dari beberapa pasukan elit pondok kami dan dari daerah timur untuk datang bersiap-siap menghadapi segala kemungkinan terjadi, semua sudah siap kendali ditangan kami. Kami berbuat hal ini karena ada hal yang tidak mengenakan usut punya usut HAR adalah mantan preman sebuah kota terkenal dinegeri ini.

Gelagat kami diketahui ayahanda beliau berkata” untuk apa semua dilaksanakan mereka kan sedang khilaf, doakan saja agar sadar’ mendengar hal tersebut kami menjadi ciut nyali. Bukan kepada HAR tetapi kepada keluhuran budi Ayahanda. Kamipun mereda semua pasukan dikembalikan ke Pos masing-masing.

Tiba saatnya ayahanda dimintai keterangan penyidik, kami dengan segenap keluarga mengantar dengan penuh kesabaran. Dan pada akhirnya HAR dan WST diberikan pilihan dibui atao mengembalikan dana Yayasan. Setelah beberapa waktu menunggu akhirnya mereka memilih mengembalikan dana dengan seadanaya.

Saat semua selesai kami berusaha membersihkan nama pondok, kami datangi beberapa dermawan yang telah memberikan donatur lewat WST atau HAR. Kami berusaha untuk memberikan hak-hak kepada tenaga dan barang-barang yang belum dibayar---lumayan berjuta-juta. Saat kami berkunjung ke rumah WLY salah satu pengusaha logam kami terperanjat beliau sudah memberikan 200juta kepada WST dan HAR, herannya kami dikemanakan uang sebanyak itu. HAR dan WSt mengaku kepada WLY bahwa rumah Pondok sudah jadi tinggal menunggu pemasangan gagang pintu saja. Great Story.

Rabu, 01 April 2009

JOGJAKAH......??

PURNA PASKIBRAKA INDONESIA
Dari Dulu Hingga Kini

Cikal bakal berdirinya organisasi alumni Paskibraka sebenarnya dimulai secara nyata di Yogyakarta. Pada tahun 1975, sejumlah alumni (Purna) Paskibraka tingkat Nasional yang ada di Yogya, Mas Totok, Kak Kautsar, Mas Budi Latihantoro dll berkeinginan untuk mendirikan organisasi alumni, lalu mereka menyampaikan keinginan itu kepada para pembina di Jakarta. Para pembina lalu menawarkan sebuah nama, yakni REKA PURNA PASKIBRAKA yang berarti ikatan persahabatan para alumni Paskibraka. Tapi, di Yogya nama itu kemudian digodok lagi dan akhirnya disepakati menjadi PURNA EKA PASKIBRAKA (PEP) Yogyakarta, yang artinya wadah berhimpun dan pengabdian para alumni Paskibraka. PEP DI Yogya resmi dikukuhkan pada 28 Oktober 1976. Seiring dengan itu, para alumni Paskibraka di Jakarta kemudian meneruskan gagasan pendirian organisasi REKA PURNA PASKIBRAKA (RPP). Sementara di Bandung, berdiri pula EKA PURNA PASKIBRAKA (EPP). Namun, dalam perkembangannya, ketiga organisasi itu belum pernah melakukan koordinasi secara langsung untuk membentuk semacam forum komunikasi di tingkat pusat. Sementara itu, di daerah lain belum ada keinginan untuk membentuk organisasi, karena jumlah alumninya masih sedikit — berbeda dengan Jakarta, Bandung dan Yogya yang menjadi kota tujuan para alumni Paskibraka untuk melanjutkan sekolah. Sampai awal 80-an, alumni Paskibraka di daerah lain hanya dibina melalui Bidang Binmud Kanwil Depdikbud. Mereka selalu dipanggil sebagai perangkat dalam pelaksanaan berbagai upacara dan kegiatan. Mereka dilibatkan dalam kegiatan pembinaan generasi muda, karena dianggap potensial sesuai predikatnya.

Tahun 1980, Direktorat Pembinaan Generasi Muda (PGM) berinisiatif untuk mendayagunakan potensi alumni berbagai program yang telah dilaksanakan, termasuk program pertukaran pemuda Indonesia dengan luar negeri (saat itu baru CWY atau Indonesia-Kanada dan SSEAYP atau Kapal Pemuda ASEAN-Jepang). Organisasi itu diberi nama PURNA CARAKA MUDA INDONESIA (PCMI). Maka, selain di Jakarta, Bandung dan Yogya, seluruh Purna Paskibraka di daerah lainnya digabungkan dalam PCMI. Hal itu berlangsung sampai tahun 1985, ketika Direktorat PGM ”menyadari” bahwa penggabungan Purna Paskibraka dengan alumni pertukaran pemuda bukanlah sebuah pilihan yang tepat. Karena itu, sebagai hasil dari Lokakarya Pembinaan Purna Program Binmud di Cisarua, Bogor —yang dihadiri oleh para Kabid Binmud seluruh Indonesia serta para alumni Paskibraka dan pertukaran pemuda— dikeluarkan SK Dirjen Diklusepora No. Kep.091/ E/O/1985 tanggal 10 Juli 1985 yang memisahkan para alumni dalam dua organisasi, masing-masing PCMI untuk alumni pertukaran pemuda dan PURNA PASKIBRAKA INDONESIA (PPI) untuk alumni Paskibraka. Dengan alasan untuk menjaga agar keputusan itu tidak ”mencederai hati” para Purna Paskibraka yang telah lebih dulu mendirikan PEP, RPP dan EPP, maka ditetapkanlah bahwa PPI adalah organisasi binaan Depdikbud yang bersifat regionalprovinsial. Artinya, organisasi itu ada di tiap provinsi namun tidak mempunyai Pengurus di tingkat pusat. Itu, sebenarnya sebuah pilihan yang sulit, bahkan ”absurd”. Bagaimana sebuah organisasi bernama sama dan ada di tiap provinsi tapi tidak mempunyai forum komunikasi dan koordinasi di tingkat pusat. Ternyata, hal itu dipicu oleh kekhawatiran organisasi kepemudaan ”tunggal” asuhan pemerintah yang melihat PPI adalah sebuah ancaman. Namun, dengan kegigihan para Purna Paskibraka yang ada di Jakarta, akhirnya kebekuan itu dapat dicairkan. Empat tahun harus menunggu dan bekerja keras untuk dapat menghadirkan Pengurus PPI daerah dalam sebuah Musyawarah Nasional (Munas). Tanggal 21 Desember 1989, melalui Munas I di Cipayung, Bogor, terbentuklah secara resmi PPI Pusat, lengkap dengan perangkat Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART).

Sumber : Bulletin Paskibraka 78, Edisi Oktober 2007

Senin, 23 Maret 2009

ANTOSENO PANGERAN PANDAWA

Anantasena, atau sering disingkat Antasena adalah nama salah satu tokoh pewayangan yang tidak terdapat dalam naskah Mahabharata, karena merupakan asli ciptaan para pujangga Jawa. Tokoh ini dikenal sebagai putra bungsu Bimasena, serta saudara lain ibu dari Antareja dan Gatutkaca.
Dalam pewayangan klasik versi Surakarta, Antasena merupakan nama lain dari Antareja, yaitu putra sulung Bimasena. Sementara menurut versi Yogyakarta, Antasena dan Antareja adalah dua orang tokoh yang berbeda.
Akan tetapi dalam pewayangan zaman sekarang, para dalang Surakarta sudah biasa memisahkan tokoh Antasena dengan Antareja, sebagaimana yang dilakukan oleh para dalang Yogyakarta.
Antasena adalah putra bungsu Bimasena atau Wrekodara, yaitu Pandawa nomor dua. Ia lahir dari seorang ibu bernama Dewi Urangayu putri Batara Mintuna. Bima meninggalkan Urangayu dalam keadaan mengandung ketika ia harus kembali ke negeri Amarta.
Antasena lahir dan dibesarkan dalam naungan ibu dan kakeknya. Setelah dewasa ia berangkat menuju Kerajaan Amarta untuk menemui ayah kandungnya. Namun saat itu Bima dan saudara-saudaranya sedang disekap oleh sekutu Korawa yang bernama Ganggatrimuka raja Dasarsamodra.
Antasena berhasil menemukan para Pandawa dalam keadaan mati karena disekap di dalam penjara besi yang ditenggelamkan di laut. Dengan menggunakan Cupu Madusena pusaka pemberian kakeknya, Antasena berhasil menghidupkan mereka kembali. Ia juga berhasil menewaskan Ganggatrimuka.
Antasena kemudian menikahi sepupunya yang bernama Janakawati putri Arjuna.
Antasena digambarkan berwatak polos dan lugu, namun teguh dalam pendirian. Dalam berbicara dengan siapa pun, ia selalu menggunakan bahasa ngoko sehingga seolah-olah tidak mengenal tata krama. Namun hal ini justru menunjukkan kejujurannya di mana ia memang tidak suka dengan basa-basi duniawi.
Dalam hal kesaktian, Antasena dikisahkan sebagai putra Bima yang paling sakti. Ia mampu terbang, amblas ke dalam bumi, serta menyelam di air. Kulitnya terlindung oleh sisik udang yang membuatnya kebal terhadap segala jenis senjata.
Antasena dikisahkan meninggal secara moksa bersama sepupunya, yaitu Wisanggeni putra Arjuna. Keduanya meninggal sebagai tumbal kemenangan para Pandawa menjelang meletusnya perang Baratayuda.
Ketika itu Wisanggeni dan Antasena menghadap Sanghyang Wenang, leluhur para dewa untuk meminta restu atas kemenangan Pandawa dalam menghadapi Korawa. Sanghyang Wenang menyatakan bahwa jika keduanya ikut berperang justru akan membuat pihak Pandawa kalah. Wisanggeni dan Antasena pun memutuskan untuk tidak kembali ke dunia. Keduanya kemudian menyusut sedikit-demi sedikit dan akhirnya musnah sama sekali di kahyangan Sanghyang Wenang.

Kamis, 05 Maret 2009

Paskibraka Bantul


cerita : PURNA PASKIBRAKA INDONESIA
KAB. BANTUL berdiri

Alhamdullilah, posting yang sangat di tunggu oleh saudaraku : Dik Banu dan Arif akhirnya dapat terlaksana. Katanya “nunggu posting via blog, biar diamini banyak orang”, terutama adik-adik yang sekarang telah tumbuh menjadi organisasi yang solid dan konsisten dalam perjuangan bangsa….. insyaAllah

Awal Cerita/Latar Belakang dan Ide Dasar Murni
Waktu pemilihan Paskibraka di sekolah untuk tingkat kabupaten, sebut saja Fulan (red : salah satu pemrakarsa) SMU 1 Bantul menjadi cadangan. Karena seleksi 3 hari ada salah satu temenya yang ternyata tidak kuat karena suatu hal (sakit). Ya .. dengan terpaksa dia yang harus menggantikan berangkat seleksi…., perlu diketahui dulu Fulan masih mengalami perploncoan… jadi seleksi Paskibraka tingkat sekolah lumayan berat. Mereka berangkat berempat untuk seleksi tingkat kabupaten di lapangan Trirenggo yang Masyhur. Perlu diingat pula pada lomba tonti sebelumnya Fulan ini juga sebagai cadangan, entah karena fisiknya yang loyo atau karena emang budi pekertinya ….. trouble maker he…he…. Salam buat pelatih era 1997-1998 Tonti SMU 1 Bantul : Mas Yanagrian, Mas Agung, Mbak Anik…. Dan lain-lain…. Salam juga untuk…temen seperjuangan… Gadhang, Eko, Handy, Hesti, dll… gmana kabarnya!!!!!

Berangkatlah si Fulan seleksi ….. dan tidak dapat lolos tingkat selanjutnya…. Dan akhirnya bertugas di Kabupaten Bantul. Wah…Gladian 17 hari rasanya mau mutah-mutah…., fisiknya digenjot habis-habisan dari pagi sampai jam 5, kadang pulang isya. Kadang Fulan ingat… waktu mengayuh sepeda… belum mandi keburu solat wah … riwil banget!. Banyak wacana baru dihadapan Fulan, ada yang harus diubah dalam benaknya. Inilah saatnya menjadi solution maker dari trouble maker…. Bahasa mana tuh. Terasa bendera merah putih tertancap kuat dalam jantung hatinya dibumbuhi temen-temen yang sangat mendukung dan Mas-Mas pelatih yang jaim, kecuali mas Tanto…. Kaya apa ya…. Waktu itu kaya Batara Kala…. Ngapunten ya Mas. Maka tercetuslah dalam mulut Fulan “aku ingin menjadi manusia baik”. Dan ‘aku ingin membuktikan aku bisa”

Menjauh dari Awal jadi awal lebih sedikit
Pembuktian apa!
Setelah 17 an berjalan lancar… eh… lumayan karena pada waktu rentang bendera Fulan sampai memberi aba-aba 3 kali, Wah… pelatihe…ampe mau pingsan, terjadilah sebuah tragedy perpisahan…., Ya…. Sebelum berpisah ada kesepakatan kecil bahwa akan kumpul lagi pada waktu pembagian piagam penghargaan. Sebelum bubar mereka sepakat menunjuk koordinator, maka ditunjuklah si Fulan. Fulan punya kewajiban mengundang dan menentukan waktu dan tempat berkumpul. Fulan bertemu dengan beberapa teman (red: pemrakarsa) menentukan langkah selanjutnya. Setelah berkoordinasi dengan Binmudora pada wantu itu Bapak Drs. Rudjito dipilihlah Gedung Kesenian Gabusan, 19 Oktober 1998 jam 09.00 sebagai tempat bertemu. Dan itulah pertemuan pertama ex paskibraka bantul 1998 setelah bertugas. Dalam agenda pembagian tersebut tercetuslah ide dan gagasan untuk mendirikan PPI Bantul, sebagai media pengembangan ex Paskibraka Bantul, sebagaimana diamanahkan juga oleh Pelatih bahwa Bantul sudah harus memiliki wadah ex Paskibraka sendiri karena semua daerah di DIY sudah terbentuk (tantanganlah). Perlu diketahui pada tahun 1997 telah terbentuk juga PPI Bantul tetapi struktural kepengurusan dan lain-lain tidak jelas, bahkan telah kami telusur. Akhirnya kami membentuk susunan Pengurus baru PPI Bantul. Pada waktu itu yang terbentuk efektif adalah Pengurus Harian : Ketua : Agung Susilo, Ketua 1 : Prastiwi Ariani, Ketua II : Sutiyono, Sekretaris : Deni Utami, Humas dan beberapa kelengkapan organisasi yang sangat sedherhana. Perlu diungkap juga : Saudara ketua ini pada waktu pemilihan ketua OSIS di SMUnya, tidak diterima DPK, (dewan perwakilan kelas) usut punya usut kata salah satu temen : “ini anak punya akhlak kurang baik” heee…..

Tugas utama mereka adalah berkoordinasi dengan Pengurus DIY mengenai AD/ART PPI serta pengesahan kepengurusan. Pada waktu itu dengan media seadanya (belum ada Hp, yahoomail belum dong dan keterbatasan lain) berjuanglah merekan. Heroikkkkkkk

Ya, untung punya untung ada pengurus yang borju (Sutiyono: ndak tahu masih borju ndak sekarang), Pada waktu itu si Agung diminta untuk management sedang Sutiyono (Yok) sebagai fasilitator (kadang aja). Fasilitas lumayan : RGR 150R Rising, Komputer 1 set dan uang jajan…heeee. Dengan beberapa kali pertemuan di beberapa sekolah akhirnya tersusun rapi kepengurusan dan terbentuknya sekretariat : Binmudora Bantul. Berjalannya organisasi ini lumayan lamban seiring dengan kesibukan ujian semesteran ( waktu itu CAWU). Beberapa kali pertemuan untuk pelantikan dan penyusunan program kerja banyak yang tidak datang. Bahkan kadang hanya 3-4 orang itupun ketua, sekretaris dan tuan rumah…wah sampai mau putus asa…. Tapi untungnya…walaupun 3-4 orang, satunya cantik….jadi ndak jasi putus asa… sssttt.

Pada akhirnya setelah beberapa kali sowan mas Totok (Ketua PPI DIY) kami diarahkan untuk pengesahan dan pelantikan terlebih dahulu, Si Agung ini ingat pada akhir Januari 1999. Pengurus PPI Bantul mengirim surat permohonan pelantikan kepada Kepala Dinas Bantul serta permohonan pengesahan kepada PPI DIY. Setelah beberapa kali rapat maka SMU 2 Bantul terpilih sebagai tempat pelantikan pengurus. Pada waktu malamnya seluruh pengurus bergotong royong membuat background, seting tempat dll. Pada waktu itu hujan deres sekali, kami pulang sampai jam 12 malam. Saya ingat waktu itu saudaraku Erwin sangat sibuk sekali sebagai tuan rumah, mas Budi jauh-jauh hujan hujan datang gotong-royong….wah-wah pada waktu itu semuanya luar biasa…. Kata Mario… SUPER.!!!!. Apalagi Agus Mail….super.

Hari yang dinantikan berdirinya secara hukum organisasi PPI Bantul telah tiba yaitu pada hari Minggu 28 Februari 1999 jam 10.00 WIB. Dengan dibacakannya surat pengesahan pengurus oleh Ketua PPI DIY dan pelantikan oleh kepala Dinas kabupaten bantul yang diwakili oleh Kepala Binmudora yang pada waktu itu telah dijabat oleh Bpk. Drs Sumarjono………,

Rabu, 04 Maret 2009

Al-Munajah




Assalamualaikum...

Pesantrenku lama tegak berdiri tanpa atap...
Menembus tegak genderang kemaksiatan dengan bersusah payah
Semenjak 27 Mei 2006 bumi bergoncang di Bantul
Luluh lantak belum berdiri hingga kini....
pesantrenku,,,,Adakah penutupmu......



Alamat :

PP. AL MUNAJAH
Wonokromo II, Wonokromo, Pleret Bantul, Yogyakarta
CC. Agung Susilo 085292900949

Visi dan Misi PPI DIY 2007-2011

VISI DAN MISI

VISI :
Purna Paskibraka Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta Dapat Berdayaguna Untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara.

MISI :
1.Peningkatan kualitas spiritual, mentalitas dan ketrampilan anggota
2.Pengembangan silaturahmi dan kerjasama (networking) secara kelembagaan, individu, komunitas antar anggota dan institusi dalam masyarakat luas
3.Deversivikasi kegiatan yang mengarah kepada pengabdian masyarakat
4.Menejerial kegiatan satu atap
5.Penciptaan tatanan organisasi yang aspiratif, terbuka memiliki etos kerja yang tinggi, tanggap, tangguh, jujur serta bertanggungjawab.

RENCANA STRATEGI PROGRAM :
1.Program Peningkatan dan Pembaharuan Organisasi
a. Pengeloloaan dan pemanfaatkan sekretariat secara maksimal sesuai dengan fungsinya sehingga kinerja organisasi dapat berjalan dengan baik
b. Penambahan kelengkapan organisasi yang mendudukung kinerja organisasi
c. Pembentukan database anggota organisasi, profile organisasi sehingga dapat diakses secara luas melalui berbagai media
d. Peningkatan manajemen organisasi yang handal dari sistem informasi, administratif, teknis, dan laporan
e. Konsolidasi antar anggota dan lintas sektoral yang mumpuni
f. Metode control kegiatan yang baik
g. Pembuatan sistem administrasi terpadu dalam satu atap

2. Program Pengembangan Kapasitas Organisasi
a. Peningkatan kerjasama dengan instansi lain dalam berbagai bidang yang dapat dipertanggungjawabkan
b. Penciptaan unit usaha yang mandiri mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan anggota
c. Mengembangkan kekuatan dasar individu anggota menjadi satu kekuatan yang selaras yang mampu mendukung organisasi
d. Membuka diri untuk selalu dapat menjalin kemitraan secara kelembagaan dengan instansi lain

3. Program Pengabdian Kemasyarakatan
a. Membentuk sebuah jaringan yang responsive terhadap permasalahan yang ada di
masyarakat dan mampu merumuskan untuk kemudian memberikan tanggapan
b. Pengembangan pola-pola dasar kepelatihan untuk kemandirian hidup
c. Peningkatan bantuan sosial baik batiniah maupun jasmaniah kepada masyarakat
d. Mempelopori kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada peningkatan kenyamanan dan ketentraman masyarakat




DESKRIPSI PROGRAM KERJA

1. Rencana Tahun Pertama 2007-2008
Adalah pembentukan pola-pola dasar untuk berpijaknya organisasi ;
a.Konsolidasi organisasi internal dengan pemahaman komitmen yang baik
b.Sosialisasi AD/ART dan PO Organisasi
c.Penataan Administrasi Sekretariat
d.Pendataan Anggota
e.Pemenuhan kelengkapan anggota organisasi
f.Pemantapan ragam dan rancangan kegiatan
g.Pembentukan unit-unit penanganan bantuan kemanusiaan
h.Pengenalan mendalam external organisasi dalam rangka babak baru dalam menjalin kerjasama untuk persiapan MUNAS

2. Rencana Tahun Kedua 2008-2009
Adalah lanjutan yang merupakan implementasi awal dari tahun pertama serta pengembangan-pengembangan kegiatan :
a.Terciptanya system koordinasi yang handal
b.Telah terbentuk database anggota dengan CV lengkap dari anggota
c.Telah terbentuk pelayanan satu atap
d.Kedisiplinan dalam mengenakan atribut organisasi
e.Pengembangan kegiatan yang mengarah kepada kapasitas dan kualitas kegiatan
f.Pengakomodiran potensi anggota dan dapat diberdayakan
g.Pembentukan Panitia MUNAS

3. Rencana Tahun Ketiga 2009-2010
Adalah pemantapan dari tahun kedua :
a.Terjalinnya hubungan kemitraan yang luas sehingga kegiatan yang dihasilkan bermutu dan bernilai jual
b.Terbukanya kesempatan dan peluang dapat bekerjasama secara intensif yang bersifat non maupun profit dengan lembaga lain
c.Audensi yang intensif dalam rangka persiapan MUNAS
d.Konsolidasi vertical
e.Kaderisasi yang optimal

4. Rencana Tahun keempat 2010-2011
Adalah konsolidasi akhir dari tahun-tahun yang telah dilewati dengan evaluasi dasar organisasi :
a.Pelaksanaan MUNAS yang baik
b.Pelaporan kegiatan organisasi yang relevan
c.MUSDA terlaksana dengan baik